Disrupsi Pandemi
https://unsplash.com/photos/HfPGU8B26Uo Pandemi disebut sebagai bencana, padahal era 4.0 tidak pula disebut bencana. Keduanya pun sama-sama identik dengan datang membawa disrupsi bagi banyak aspek. Terutama pada bidang pekerjaan. Pekerja-pekerja yang dapat digantikan dengan digital mulai berguguran. Sementara, jika menurut asas pandemi, pekerja dan perusahaan dengan kreativitas rendah serta tidak memiliki peluang besar selama pandemi, terpaksa berguguran. Perbedaannya hanyalah disrupsi 4.0 perlahan menggugurkan banyak profesi, sementara pandemi dalam sekejap menggugurkan banyak profesi. Sekolah-sekolah mulai dirasa useless sebab biaya yang mahal tidak setimpal dengan imbas yang diberikan. Terlebih lagi pada pihak swasta. Beberapa sekolah swasta mulai tutup dan beberapa yang lain mencoba bertahan dengan segala macam cara. Mungkin solusi pendidikan memang ada banyak alternatifnya. Dan sekolah tentu hanya salah satu kepanjangan tangan pendidikan untuk menyalurkan pem...