Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Disrupsi Pandemi

Gambar
https://unsplash.com/photos/HfPGU8B26Uo Pandemi disebut sebagai bencana, padahal era 4.0 tidak pula disebut bencana. Keduanya pun sama-sama identik dengan datang membawa disrupsi bagi banyak aspek. Terutama pada bidang pekerjaan. Pekerja-pekerja yang dapat digantikan dengan digital mulai berguguran. Sementara, jika menurut asas pandemi, pekerja dan perusahaan dengan kreativitas rendah serta tidak memiliki peluang besar selama pandemi, terpaksa berguguran. Perbedaannya hanyalah disrupsi 4.0 perlahan menggugurkan banyak profesi, sementara pandemi dalam sekejap menggugurkan banyak profesi.   Sekolah-sekolah mulai dirasa useless sebab biaya yang mahal tidak setimpal dengan imbas yang diberikan. Terlebih lagi pada pihak swasta. Beberapa sekolah swasta mulai tutup dan beberapa yang lain mencoba bertahan dengan segala macam cara.   Mungkin solusi pendidikan memang ada banyak alternatifnya. Dan sekolah tentu hanya salah satu kepanjangan tangan pendidikan untuk menyalurkan pem...

Menjadi Penulis Pemula : Dalam Mata Kayla

Gambar
https://unsplash.com/photos/Ak5c5VTch5E Saya hampir berumur 19 tahun. Baru saja nyemplung ke dunia perkuliahan setelah diundang ke kampus almamater karung goni. Stay at home dan waktu kosong antara pengumuman SNMPTN dengan masuk kuliah yang sepanjang sekian purnama membuat saya banyak mengulik tentang dunia menulis. Menjadi pembaca rutin blog Pak Dahlan Iskan, DI’s Way, dan membaca Mojok membuat saya terinspirasi untuk benar-benar bermain dengan kata-kata.   Berkenalan dengan menulis tentu tak ayal berpisah dengan membaca. Berbagai jenis buku cerita saya lahap habis-habisan sejak Sekolah Dasar. Dari novel Tere Liye hingga KKPK yang sedang tren saat itu, semua saya baca. Bahkan koran yang selalu Abi beli ketika Sabtu atau Minggu kadang saya lahap semua kolom karena kehabisan bacaan. Walau saya lebih tertarik dengan berita politik atau kriminal sederhana, lebih bagus lagi jika ada segmen yang menarik di luar politik dan ekonomi. Sayang, saat SMP saya jarang pergi ke Perpustakaan ...

Jati Diri PJJ

Gambar
https://unsplash.com/photos/yHG6llFLjS0 Online learning atau bagi anak SMA ke bawah sering disebut PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tentu memiliki banyak pro dan kontra. Berita-berita tentang sekolah swasta yang tutup juga berseliweran di mana-mana sebagai akibat dari sisi kontra PJJ.   Online learning dari mata saya terlihat menyenangkan. Berbekal handphone dan laptop, semua di dalam genggaman. Berbagai tugas mungkin datang, diikuti tantangan untuk senantiasa pandai membagi waktu dengan baik. Sejatinya saya tidak merasakan PJJ itu. Pasca sekolah dirumahkan, saya langsung belajar menggunakan bimbel online. Memetakan materi, jadwal sendiri, goals sendiri, dan kuota. Bagi saya, libur mendadak saat itu sangat menyenangkan, sebab selama ini saya harus ke sekolah karena tidak enak bolos dan berakhir tidak produktif menyelesaikan materi untuk tes masuk PTN. Dan begitupula PJJ di mata saya. PJJ sebenarnya menjadi peluang besar bagi siswa untuk benar-benar mengeksplorasi diri di luar ko...