Postingan

Featured post

Trying to Fall

Gambar
2020 was messy  but I never thought messy is not beautiful however, messy bring me to a lot of interesting things photo credit: https://unsplash.com/photos/3mErKfgo 2020 brought me to fun zone. Where I don't have to worrying about being failed, mostly because the world and the system human build is already failed. I mean the economy mostly not good, a lot of people bankrupt, and lot more failure story that would make this article just being so gloomy.  Ever been know that for most of person that ever get medals, award, or success, some of they might feel afraid to fail. I was the person on there and I ever thought to stop compete in research competition one of the reason is because 'how if I would fail? It wouldn't sounds good for everyone, if the person who ever won the similar things in the past is failed to win again'. But 2020 thought me something. I am in my home (due to my laziness and government advices). And everybody who might think like that is not around me p...

Disrupsi Pandemi

Gambar
https://unsplash.com/photos/HfPGU8B26Uo Pandemi disebut sebagai bencana, padahal era 4.0 tidak pula disebut bencana. Keduanya pun sama-sama identik dengan datang membawa disrupsi bagi banyak aspek. Terutama pada bidang pekerjaan. Pekerja-pekerja yang dapat digantikan dengan digital mulai berguguran. Sementara, jika menurut asas pandemi, pekerja dan perusahaan dengan kreativitas rendah serta tidak memiliki peluang besar selama pandemi, terpaksa berguguran. Perbedaannya hanyalah disrupsi 4.0 perlahan menggugurkan banyak profesi, sementara pandemi dalam sekejap menggugurkan banyak profesi.   Sekolah-sekolah mulai dirasa useless sebab biaya yang mahal tidak setimpal dengan imbas yang diberikan. Terlebih lagi pada pihak swasta. Beberapa sekolah swasta mulai tutup dan beberapa yang lain mencoba bertahan dengan segala macam cara.   Mungkin solusi pendidikan memang ada banyak alternatifnya. Dan sekolah tentu hanya salah satu kepanjangan tangan pendidikan untuk menyalurkan pem...

Menjadi Penulis Pemula : Dalam Mata Kayla

Gambar
https://unsplash.com/photos/Ak5c5VTch5E Saya hampir berumur 19 tahun. Baru saja nyemplung ke dunia perkuliahan setelah diundang ke kampus almamater karung goni. Stay at home dan waktu kosong antara pengumuman SNMPTN dengan masuk kuliah yang sepanjang sekian purnama membuat saya banyak mengulik tentang dunia menulis. Menjadi pembaca rutin blog Pak Dahlan Iskan, DI’s Way, dan membaca Mojok membuat saya terinspirasi untuk benar-benar bermain dengan kata-kata.   Berkenalan dengan menulis tentu tak ayal berpisah dengan membaca. Berbagai jenis buku cerita saya lahap habis-habisan sejak Sekolah Dasar. Dari novel Tere Liye hingga KKPK yang sedang tren saat itu, semua saya baca. Bahkan koran yang selalu Abi beli ketika Sabtu atau Minggu kadang saya lahap semua kolom karena kehabisan bacaan. Walau saya lebih tertarik dengan berita politik atau kriminal sederhana, lebih bagus lagi jika ada segmen yang menarik di luar politik dan ekonomi. Sayang, saat SMP saya jarang pergi ke Perpustakaan ...

Jati Diri PJJ

Gambar
https://unsplash.com/photos/yHG6llFLjS0 Online learning atau bagi anak SMA ke bawah sering disebut PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tentu memiliki banyak pro dan kontra. Berita-berita tentang sekolah swasta yang tutup juga berseliweran di mana-mana sebagai akibat dari sisi kontra PJJ.   Online learning dari mata saya terlihat menyenangkan. Berbekal handphone dan laptop, semua di dalam genggaman. Berbagai tugas mungkin datang, diikuti tantangan untuk senantiasa pandai membagi waktu dengan baik. Sejatinya saya tidak merasakan PJJ itu. Pasca sekolah dirumahkan, saya langsung belajar menggunakan bimbel online. Memetakan materi, jadwal sendiri, goals sendiri, dan kuota. Bagi saya, libur mendadak saat itu sangat menyenangkan, sebab selama ini saya harus ke sekolah karena tidak enak bolos dan berakhir tidak produktif menyelesaikan materi untuk tes masuk PTN. Dan begitupula PJJ di mata saya. PJJ sebenarnya menjadi peluang besar bagi siswa untuk benar-benar mengeksplorasi diri di luar ko...

Ada Apa dengan Air Indonesia? Musim Hujan Banjir, Kemarau Kering

Gambar
Air merupakan hal yang krusial secara mutlak. Manusia sebagian besar terdiri dari air. Air merupakan pelarut paling baik. Air membantu manusia dan makhluk hidup lainnya dengan peran yang amat besar. Kegagalan pengelolaan air jelas akan membawa mimpi buruk besar tidak hanya bagi manusia tetapi pula bagi semua jenis makhluk hidup. Siklus hujan terganggu, perubahan iklim terganggu, ketersediaan pangan dan keberlangsungan tumbuhan, hewan hingga manusia pun ikut terganggu. Jelas menggoyahkan dasar-dasar kebutuhan dalam melangsungkan keberlangsungan hidup manusia. Ketika hal itu terjadi, jelas bahwa sektor ekonomi, militer, dan berbagai hal yang tak berdampak langsung pada kemampuan bertahan hidup individu akan tersingkirkan. Kala ini, di tengah pandemik, air jelas amat krusial sebab menjadi bagian dari sanitasi. Melalui air yang cukup, sanitasi menjadi baik, pun kesehatan meningkat. Namun, kemarau dan banjir yang silih berganti jelas menunjukkan ambigu. Mengapa bisa kelebihan air saat...

Ceritera OPSI 2019: Tips Sukses Final OPSI! (part 2)

Gambar
Ciao again! Seperti apa yang aku bilang di part 1, aku bakal lanjutin untuk ceritera hari-H nya di part 2 ini! Final diadakan dengan rentetan agenda selama 6 hari, let's say Hari 0 : Kedatangan dan registrasi ulang Hari 1 : Sesi keakraban dan pengembangan diri Hari 2 : Pameran Hari 3 : Presentasi Hari 4 : OPSI goes to school dan penutupan Hari 5 : Kepulangan So, let's start dari Hari 0 yak! Hari 0 : Kedatangan dan Registrasi Ulang Aku baru tidur jam 3 pagi, kontingen DIY sepakat serentak naik bis ke Solo, langsung ke Hotel Sunan bersama para pembimbing. Kami berangkat pagi sampai siang hari dan langsung diijinkan makan siang hehe. Aku jujur belum sangat sangat siap karena masih editing ppt selama di bis. Alhamdulillah bis nya ada stopkontaknya. Emang parah banget sih. Anyway untuk ppt biasanya ada batas slide, tapi kami bikin strategi tambahan, kalau ada beberapa hal yang perlu ditunjukkan juri (pada sesi tanya jawab) kami buat hide slide yang lumayan banyak. N...

Ceritera OPSI 2019: Tips Sukses Final OPSI! (part 1)

Gambar
Ciaoo! Konsisten untuk menulis seperti Abah Dahlan Iskan ternyata sangat susah. Setiapkali aku mendapat ide pun rasanya malas sekali menuliskannya. Sebaliknya, seolah membuka laman blog kembali justru membuatku frustasi. Mungkin karena aku terlalu khawatir dengan apa yang ditulis, toh lagipula, siapa yang akan membaca? Hehe. Intinya, daripada terus-terusan malas post materi, aku memutuskan menulis pengalamanku selama OPSI 2019 di Solo. Fyi, aku anak jogja. Dan mengikuti final nasional di Solo terasa terlalu lokal. If you don't know, naik kereta Solo-Jogja hanya satu jam saja. Tapi toh, teman-teman seantero Indonesia datang sehingga atmosfer nusantara lebih kental daripada lokalnya. Untuk pendahuluan, OPSI sendiri adalah kompetisi penelitian yang diadakan Kemdikbud dan di 2020 bertransformasi menjadi KOPSI (faedah nya apa, saya tidak faham). Bedanya dengan lomba sebelah yang diadakan LIPI, OPSI tidak mengadakan bimbingan dengan mentor melainkan berupa seleksi proposal dan lapo...

A letter of Hi!

Gambar
Hello, its long time not see my own blog and because nowadays I have a lot of spare time and the covid-19 pandemics force me to stay at home, so I decide to take care again my blog. anyway about the covid-19, keep healthy, clean, and happy! Let's re-introduce myself, I'm Kayla, now I have been already graduate from my senior high school in Yogyakarta and about to continue to a university in Indonesia, Yogyakarta, as a biomedical engineering student. I'm really interesting in technology and how to make something with that to help solve many problems in many fields. Sometimes I'm curious too in psychology field, especially about how human mind's work. Its really interesting.  From now on, I don't have any idea what kind of article that I want to write, but most of them, at the first, will about some research material for senior high school. I spent a lot of my time doing research in senior high school and I want to share to you all, as much as...

Indonesia itu...

Gambar
Negeri Permata Milik Bersama Indonesia itu.... Daratan yang berjajar di batasi lautan Gunung demi gunung yang berjejer Matahari yang bersinar silau sepanjang tahun Rerimbunan pohon demi pohon yang subur tumbuh di atas tanah permata Angin sepoi membuat layar perahu tertiup melintasi perairan Indonesia itu... Tentang sebuah negeri Beragam suku dan bahasa Beragam adat dan tata cara Bergabung menjadi satu Menjadi Indonesia Indonesia itu... Negera yang terpuruk dalam ambisi Ambisi kuasa Ambisi harta Ambisi yang menjadi ilusi mata Membuat semua keindahan Semua keragaman Hancur Lebur Dalam kebutaan ambisi Kayla-15092016

Hentikan Tradisi Bully

Gambar
Dibawah ini sebuah cerita yang ditulis oleh user bloggerkay sendiri. Mungkin banyak kesalahan karena saya masih pemula. Awalnya, cerita ini merupakan tugas bahasa indonesia untuk Teks Eksemplum. Jadi, dapat disimpulkan gaez, kalo ini cerita adalah teks eksemplum. Selamat membaca. Jangan lupa tinggalkan comment jika ada yg salah. Thanks.☺☺☺ Gadis Itu Aku menatap bangunan putih besar yang terpampang jelas di layar kaca. Bangunan itu sebenarnya lebih mirip seperti rumah sakit. Bangunan ini adalah sebuah sekolah elit. Sekolah Eka Bangsa. Menghasilkan ratusan lulusan terbaik yang dikirimkan ke berbagai universitas terkemuka di dunia. Namun, saat ini, bangunan itu terpampang di layar kaca untuk kesekian kalinya bukan karena prestasi mereka tetapi karena sebuah isu yang segera merebak bagai virus dan menjadi topik utama para reporter di televisi. Isu senioritas. Begitu rahasia umum bocor ke media, tak butuh berbulan-bulan untuk mengangkatnya menjadi trending topic. Dalam hitungan hari ...