Ceritera OPSI 2019: Tips Sukses Final OPSI! (part 1)

Ciaoo!

Konsisten untuk menulis seperti Abah Dahlan Iskan ternyata sangat susah. Setiapkali aku mendapat ide pun rasanya malas sekali menuliskannya. Sebaliknya, seolah membuka laman blog kembali justru membuatku frustasi. Mungkin karena aku terlalu khawatir dengan apa yang ditulis, toh lagipula, siapa yang akan membaca? Hehe.

Intinya, daripada terus-terusan malas post materi, aku memutuskan menulis pengalamanku selama OPSI 2019 di Solo. Fyi, aku anak jogja. Dan mengikuti final nasional di Solo terasa terlalu lokal. If you don't know, naik kereta Solo-Jogja hanya satu jam saja. Tapi toh, teman-teman seantero Indonesia datang sehingga atmosfer nusantara lebih kental daripada lokalnya.

Untuk pendahuluan, OPSI sendiri adalah kompetisi penelitian yang diadakan Kemdikbud dan di 2020 bertransformasi menjadi KOPSI (faedah nya apa, saya tidak faham). Bedanya dengan lomba sebelah yang diadakan LIPI, OPSI tidak mengadakan bimbingan dengan mentor melainkan berupa seleksi proposal dan laporan. Peserta mengerjakan their entire project with themself, tanpa bimbingan panitia. Seleksi proposal pun lebih terasa seperti seleksi administrasi, sehingga menurutku hampir semuanya lolos, apabila ada yang tidak, entahlah, itu sebuah tanda tanya besar dan jarang ditemui. Babak pertarungan yang sebenarnya adalah setelah laporan penelitian di-submit. Alias seleksi akhir. Sepertinya untuk apa saja yang dinilai dan porsinya bisa dilihat di buku panduan lombanya. Anyway, untuk tahun 2020 bisa lihat serba-serbi OPSI di sini.

Ceritera: Pengumuman dan Persiapan

Awal-awal kelas 12 masih harus berkutat dengan penelitian adalah hal yang tidak lazim bagi banyak temanku, notabene siswa kelas 12 ya di kelas, tempat les, di rumah. Kegiatannya pun belajar-belajar-tidur-makan-main hape-sekolah. Begitu terus. Sebab banyak isu-isu terkait tes masuk PTN saat itu, seperti SBMPTN 2020 diselenggarakan bulan November yang nyatanya hanya menjadi isu. Fyi, pun sampai saat ini, akibat pandemik Covid-19, SBMPTN masih agak tidak jelas akan bagaimana, seingatku sekitar Juni-Juli dari berita resmi LTMPT, tapi itupun masih akan dievaluasi terkait situasi pandemi juga.

Pengumuman OPSI saat itu punya timeline yang agak jauh dari kasus pertama Covid-19, tanggal belasan September 2019. Pagi-pagi saat aku masih belajar soal Kimia tahun lalu karena siangnya UTS, aku santai saja karena bagiku, apapun hasilnya harus tetap belajar kelas 12. Paling-paling juga tidak lolos. Bersyukur sekaligus sedih, beberapa orang memberiku selamat. Tidak perlu lah aku perpanjang dengan membuka hasil penuhnya, melalui selamat-selamat itupun aku tahu. Aku lolos final. Fyi, aku bidang FTR atau teknik yaa.

Lolos final bukan kemenangan. Justru itu berarti harus lebih giat lagi mempersiapkan segala sesuatu sebagai persiapan menuju final. Aku dan ketua timku bolak-balik skip kelas dan skip les. Dari pagi menyiapkan segala sesuatu dari pritilan-pritilan pameran hingga syarat-syarat yang harus dibawa esok saat final. Jangan salah, finalis luar Jawa rasanya selalu lebih jago dalam hal ketelatenan.

Tips persiapan final:
Final umumnya terdiri dari pameran dan presentasi, sehingga ada banyak hal yang harus disiapkan.
1. Poster Penelitian.
Ngga bisa bikin poster? Minta tolong temen yang jago corel dan pake harga temen atau minta mas-mas fotocopy-an yang mau ngeditin poster sesuai keinginan kalian. Format poster biasanya mirip poster ISEF atau dari panitia pasti bakal ada formatnya (format di buku panduan bisa jadi beda sama format dari panitia yang di spoil out pasca pengumuman finalis).

2. Pameran
Cari referensi-referensi dari kakak kelas alumni OPSI atau bisa tanya aku juga hehe, gimana tampilan stand-nya. Buat yang all-out. Sebagus dan semenarik mungkin tapi jangan overdose atau terlalu banyak barang kayak di pasar. Sebelum pameran tampilan stand harus udah siap jadi ngga ada yang namanya udah datang pengunjungnya, masih beresin flyer/selebaran. Selain itu, untuk presentasi pameran siapkan berbagai bentuk presentasi 1 menit dan jangan lupa coba identifikasi pengunjung. Rata-rata pengunjung pasti anak SMA, orang awam, mahasiswa, juri bayangan, dan juri resmi. Bedain cara penyampaian dan isi penyampaian sesuai dengan kategori pengunjung. Untuk juri bayangan, aku sendiri pernah ketemu mas-mas mahasiswa yang ternyata juri bayangan di pameran. Entahlah juga bener atau ngga, tapi sepertinya ada. Kalau juri resmi, saat daftar ulang, juri-juri itu udah tertulis namanya di handbook OPSI. Cari sosial media nya atau foto nya biar bisa mudah mengidentifikasi. Biasanya juri resmi ini dari ITB, UI, LIPI, universitas lainnya, UGM atau praktisi bidang tersebut. Jujur ternyata yang juri dari UGM sedikit hehe. Biasanya juri ini dari tahun ke tahu mirip. Bisa tuh tanya-tanya alumni OPSI sebelumnya di bidang masing-masing gimana tabiat-tabiat juri ini.

Untuk presentasi 1 menit, buat presentasi yang menjawab pertanyaan, "penelitian apa?" dan mungkin "hasilnya apa?" terlebih untuk non-juri biasanya lebih tertarik dengan intinya kamu ngapain dan gunanya apa bukan metode penelitian dan grafik-grafik yang njelimet. Pameran persentasi sendiri sebenarnya penilaian hanya didasarkan pada juri. Jadi pengunjung non-juri tidak mempengaruhi. Tapi ada juga, juri yang cuma lewat aja sambil merhatiin terus motret poster ketika lagi rame-ramenya. Menurutku pribadi sih, berlaku baik lah ke semua pengunjung, kita ngga tahu barangkali di masa depan bakal dapet ganjarannya. Untuk juri sendiri, presentasi lah dengan lengkap, padat, dan singkat sambil menunjukkan poster penelitian. Siapin bahasa inggris juga siapa tahu diminta atau ada pengunjung dari luar negeri.

3. Optimalkan penelitian
Evaluasi penelitian yang sebelumnya belum bisa dilakukan harus segera dilakukan seperti uji-uji tertentu atau re-make alat berdasarkan evaluasi uji sebelumnya. Kekurangan-kekurangan yang belum bisa diperbaiki setidaknya dikuasai dasar teori-nya. Siapkan juga statement 'ke-depannya-kami-harap' walaupun klise dan ngga bakal dilakukan, statement itu menunjukkan ikhtiar baik peserta untuk selalu menjadi lebih baik dan mengevaluasi penelitian. Ini menggambarkan sifat peneliti yang baik. Selalu terbuka dengan setiap kemungkinan untuk membuat penelitian lebih akurat, terukur, optimal, efisien, dan tepat sasaran. Hasil-hasil tambahan ini nantinya tidak perlu ditambahkan di laporan tapi tambahkan di poster dan presentasi penelitian.

4. Presentasi penelitian
Presentasi bukan hanya datang dan menampilkan ppt. Perhatikan aturan dari panitia, buat presentasi yang menarik dengan mencari-cari saran dari internet. Intinya jangan buat ppt yang kaku dan tulisan tok! Bosen tauk! Format tampilan bisa cari-cari inspirasi di pinterest. Tips: gunakan fitur animation di ppt sebaik mungkin untuk meminimalisasi slide ppt. Buat teks presentasi dan file presentasi lalu konsultasikan pada pembimbing. Latihan berkali-kali di depan banyak orang dari berbagai kalangan dan kumpulkan semua saran serta pertanyaan. Catat pertanyaan dan pertimbangkan saran-saran untuk mengevaluasi presentasi. Kumpulkan pertanyaan dan jawabannya di sebuah buku khusus berisi pertanyaan. Semakin banyak pertanyaan, semakin siap pada setiap bentuk pertanyaan juri. Bawa pointer sendiri! Jangan lupa bawa baterai pointer cadangan juga. Oh iya, latihan juga presentasi pakai microphone biar ngga canggung pas final beneran. Perhatikan juga jarak yang ideal dari mulut ke microphone serta intonasi yang tepat dalam menyampaikan materi.

5. Prepare for the worst
Selalu siapkan banyak rencana. Siapkan apabila laptop panitia error. Siapkan jika file ppt tidak bisa dibuka. Siapkan jika listrik mati. Siapkan jika alat tidak bisa dinyalakan atau berjalan sesuai keinginan. Siapkan bila pointer mati di tengah presentasi. Siapkan segala kemungkinan. Sedia payung sebelum pandemi lebih baik daripada kurva belum flatten tapi PSBB ngga teges. Ups.

Prepare pameran!

Beberapa hal yang harus dibawa adalah:
1. Persyaratan registrasi ulang (print-out laporan, file presentasi, surat dari sekolah, bukti perjalanan, foto, poster pameran, dsb)
2. Baju dan atributnya pada setiap sesi (bakal ada jadwal dan dresscode tiap acara yang perlu disiapkan)
3. Pritilan-pritilan pameran (hiasan terkait penelitian, sampel penelitian/produk, selebaran, kartu nama, souvenir (ganci, permen atau yg lainnya), taplak, buku tamu, perkakas penempelan poster, alat tulis, dan sesuai kebutuhan)
4. Logbook dan buku referensi yang penting + bisa dibawa
5. Bukti-bukti hasil uji (jika ada) dan dokumentasi penelitian (print out skrip program, foto-foto, dsb)
6. Obat-obatan sesuai preferensi masing-masing
7. dan lainnya bisa disesuaikan

Ternyata udah panjang banget! Oke untuk ceritera hari-H nya dilanjut part selanjutnya, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan Pesan untuk SMPN 8 Yk- Bhawara-

Ada Apa dengan Air Indonesia? Musim Hujan Banjir, Kemarau Kering