Kesan Pesan untuk SMPN 8 Yk- Bhawara-

Kesan Pesan untuk SMPN 8 Yk- Bhawara-


Jemariku lincah meluncur di atas layar handphone. Sebuah berita baru menggemparkan sekaligus membahagiakan. Setelah sekian lama dalam sejarah peringkat sekolah berdasarkan nilai rata-rata UN (Ujian Nasional), SMP Negeri 8 Yogyakarta atau sering disebut Bhawara berhasil menyabet rangking 1 dengan rata-rata nilai UN atau NEM tertinggi se-DIY  dan menang telak tahun ini, 2016. SMP Negeri 8 Yogyakarta memang sudah gencar sejak lama mengincar rangking 1, yang biasanya diraih SMP Negeri 5 Yogyakarta dan terkadang kalah oleh SMP Negeri 4 Pakem sehingga selalu naik turun peringkatnya. Namun, tahun ini, berbarengan dengan pertama kalinya SMP Negeri 8 Yogyakarta melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), SMP ini meraih rangking 1. Membuat Pawitikra-sebutan SMP Negeri 5 Yogyakarta- langsung kebakaran jenggot, panik dan segera memutar otak untuk mengambil kembali gelarnya pada UN tahun depan.
Sementara aku duduk di sini, menatap berita itu, menatap nilai-nilai kakak kelas yang menakjubkan. Tentu saja, di sini, saat ini adalah bebanku dan angkatanku untuk melanjutkan perjuangan mereka. Mempertahankan singgasana Bhawara tetap di sini-di rangking 1- dengan harapan bisa menembus sampai nasional.
SMP Negeri 8 Yogyakarta adalah sebuah SMP Negeri seperti umumnya, termasuk dalam jajaran sekolah favorit dan religius. Musholanya lebih besar dari kebanyakan mushola di sekolah-sekolah negeri lainnya. Peraturannya juga agak berbeda dengan kebanyakan sekolah. Terutama pakaian. Seragam di sekolah ini tidak diizinkan menggunakan rok pendek dan celana pendek. Bahkan saat ada acara informal seperti buka bersama atau pengajian, para siswa tidak diizinkan menggunakan celana jeans. Begitu juga dengan sepatu. Sepatu siswa harus berwarna 99% hitam dengan tali sepatu yang hitam pula. Guru tidak segan menegur dan memarahi murid yang melanggar peraturan dengan alasan yang tidak masuk akal. Seperti..
Suatu hari, anggap saja, Fulan, datang ke sekolah dengan sepatu Reebok abu-abu dan ada warna hitamnya, tapi abu-abu lebih mendominasi. Maka, ketika ia bertemu guru, ia akan ditegur, ditanya dan dimarahi bahkan ada yang tidak segan menyuruhnya mencopot sepatunya di tempat.
Di samping itu semua, SMP Negeri 8 Yogyakarta juga giat dalam kegiatan religius. Tahun pelajaran kemarin saja, SMP ini sudah memulai program Tahfidz, di mana sehari seminggu pada pagi hari, siswa muslim di minta berkumpul di mushola lalu menghafal surah-surah bersama. Ada juga program tausiyah, manasik haji, penyembelihan setiap idul adha, pengajian jika ada event-event islami seperti nuzulul qur’an, syawal, tahun baru islam dan lain sebagainya.

Aku tentu saja, sebagai salah seorang siswa SMP Negeri 8 Yogyakarta bangga menatap setiap langkah kebaikan yang ditanam guru dan sekolah pada kami. Guru-guru di sini juga baik, ramah dan peduli. Tentu saja sebagai balasannya, kami, Bhawara 54 harus mampu lebih baik daripada tahun kemarin dan tetap mempertahankan peringkat sekolah. 

Informasi tentang sekolahku lebih lengkapnya, silakan buka: http://smpn8jogja.sch.id/html/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritera OPSI 2019: Tips Sukses Final OPSI! (part 1)

Ada Apa dengan Air Indonesia? Musim Hujan Banjir, Kemarau Kering