Ciaoo! Konsisten untuk menulis seperti Abah Dahlan Iskan ternyata sangat susah. Setiapkali aku mendapat ide pun rasanya malas sekali menuliskannya. Sebaliknya, seolah membuka laman blog kembali justru membuatku frustasi. Mungkin karena aku terlalu khawatir dengan apa yang ditulis, toh lagipula, siapa yang akan membaca? Hehe. Intinya, daripada terus-terusan malas post materi, aku memutuskan menulis pengalamanku selama OPSI 2019 di Solo. Fyi, aku anak jogja. Dan mengikuti final nasional di Solo terasa terlalu lokal. If you don't know, naik kereta Solo-Jogja hanya satu jam saja. Tapi toh, teman-teman seantero Indonesia datang sehingga atmosfer nusantara lebih kental daripada lokalnya. Untuk pendahuluan, OPSI sendiri adalah kompetisi penelitian yang diadakan Kemdikbud dan di 2020 bertransformasi menjadi KOPSI (faedah nya apa, saya tidak faham). Bedanya dengan lomba sebelah yang diadakan LIPI, OPSI tidak mengadakan bimbingan dengan mentor melainkan berupa seleksi proposal dan lapo...
Komentar
Posting Komentar